Kekuatan di Balik Cerita ‘Gadis Kretek’ dalam Bingkai Wacana Kritis Foucault
Kata Kunci:
Gadis Kretek, Gender, Wacana KritisAbstrak
Serial film Gadis Kretek tidak hanya menggambarkan sejarah industri kretek di Indonesia, tetapi juga mengeksplorasi kompleksitas kekuasaan, identitas, dan wacana sosial. Narasinya menunjukkan bagaimana kekuasaan beroperasi tidak hanya melalui dominasi fisik, tetapi juga melalui wacana yang membentuk perilaku dan identitas. Untuk menganalisis dinamika ini, penelitian ini mengkaji Gadis Kretek menggunakan perspektif wacana kritis Michel Foucault, dengan fokus pada hubungan antara pengetahuan dan kekuasaan. Kerangka kerja Foucault mengungkap bagaimana kekuasaan bekerja melalui wacana untuk membentuk subjek, kebenaran, dan sistem pengetahuan. Analisis ini mengidentifikasi strategi dalam film yang membangun, mempertahankan, atau menantang kekuasaan dalam konteks sosial yang lebih luas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kekuasaan dalam film muncul tidak hanya melalui tokoh-tokoh dominan, tetapi juga melalui struktur sosial yang secara halus memengaruhi pola pikir dan tindakan karakter. Kekuasaan dalam Gadis Kretek beroperasi melalui mekanisme disiplin, pengawasan, dan norma-norma sosial, yang menyoroti bagaimana hubungan karakter dipengaruhi oleh kekuatan eksternal seperti kapitalisme, patriarki, dan kolonialisme. Pada akhirnya, film menjadi media yang tidak hanya menceritakan sejarah tetapi juga mengkritik struktur kekuasaan yang bertahan lama dalam masyarakat.
Lokakota